Tanpa Messi, Barcelona Tidak Bisa Apa-apa

03a412ed-39d7-4856-a9ca-92341040ca61_43

Daftar Agen Judi Bola TerbaikĀ – Tampilan Barcelona pada musim 2019/20 belum juga memberi kepuasan. Mereka disebutkan begitu tergantung pada figur Lionel Messi.

Ini kelihatan waktu Barcelona tidak berhasil menaklukkan Slavia Praha dalam matchday empat Liga Champions, Rabu (6/11) dini hari WIB. Bermain di Camp Nou, mereka ditahan seimbang 0-0.

Hasil negatif itu jadi yang ke-2 dengan berturut-turut buat team bimbingan Ernesto Valverde, sebelumnya setelah ditaklukkan Levante 1-3 di Liga Spanyol akhir minggu kemarin.
Keseluruhannya, tampilan Barcelona di pertandingan itu tidak baik. Mencatat 14 shooting, tetapi tidak ada yang menghasilkan gol. Tidak itu saja, posisi serang mereka juga begitu bertopang pada Messi. Dari 14 shooting yang dilesakkan Barca, delapan salah satunya dibuat oleh La Pulga. Ousmane Dembele serta Antoine Griezmann serta tidak mempunyai kesempatan benar-benar.
Saat ditaklukkan Levante, keadaannya seperti. Sembilan shooting dapat dilepaskan Barcelona, tetapi lima salah satunya dibikin oleh Messi. Sesaat gabungan Luis Suarez, Ansu Fati, serta Griezmann cuma membuat empat shooting.

Messi juga selama ini jadi pembuat gol ke-2 paling banyak Barcelona dengan enam gol di semua arena, cuma kalah dari Suarez yang telah membuat delapan gol. Walau sebenarnya, Messi sempat mangkir diawalnya musim sebab luka.

Baca juga : Di Tengah Jadwal Padat, Persija Bisa Teruskan Momentum?

Bekas manager Arsenal, Arsene Wenger, menyebutkan Barcelona sekarang telah tidak semenakutkan dahulu. Diluar itu, ketergantungan mereka pada Messi makin besar.

“Mereka (Barcelona) punyai riwayat jadi team cemerlang yang bermain dengan kolektif, serta Messi jadi pucuk dari semua untuk mengubah,” tutur Wenger seperti diambil Marca.

“Tetapi sekarang kelihatannya mereka bermain dengan cuma menanti Messi,” sambungnya.

“Mereka dahulunya team yang fenomenal, tetapi sekarang mereka telah kehilangan karisma serta mereka harus berpikir sebegitu besar dampak ketidakberhasilan di Liga Champions musim-musim awalnya pada mereka.”

“Disaksikan di luar, keliatannya mereka telah kehilangan karisma,” demikian pria asal Prancis itu.